Apa yang terlintas di benak anda jika menonton film
horor ? tentu saja akan berkaitan dengan ketakutan, kengerian dan teriak
histeris bagi yang saking menghayati tontonannya. Namun ternyata menonton film
horor yang sampai membuat kita menjadi seperti yang diekspos diatas tentu akan
berdampak pada tubuh terutama masalah kesehatan di samping juga berdampak
masalah psikologis dan mental yang pada hakikatnya adalah sama-sama berhubungan
dengan masalah kesehatan juga. Jika timbul ketidakseimbangan mental maka akan
berdampak pada kesehatan fisik.
Tujuan dari tulisan adalah penulis ingin memberikan
ilmunya secara sederhana dan mudah dipahami kepada pengunjung blog ini tentang bagaimana
pengaruh menonton film horor terhadap kadar gula darah.
Film horor adalah film yang berusaha mendapatkan
reaksi dari sistem tubuh seperti detak jantung yang tinggi, melalui penggunaan
rasa takut dan pengejutan kepada penontonnya. Sehingga jika ditinjau secara
kesehatan, film horor bertujuan untuk memacu jantung agar berdetak cepat sebagai
respon adanya rasa ngeri atau takut saat menontonnya yang membuat ingin lari
dari tempat tontonan itu atau sekadar menahan rasa takut.
Percepatan detak jantung saat menonton film horor itu
dipengaruhi oleh pelepasan hormon adrenalin atau sederhananya merupakan hormon
siaga/ hormon cepat tanggap/hormon was-was. Mengapa namanya demikian, karena
fungsi hormon itu sendiri salah satunya memacu denyut jantung agar berdetak
lebih cepat untuk menyalurkan gula darah ke semua jaringan tubuh atau bagian
tubuh tertentu yang akan digunakan untuk melakukan kegiatan tertentu secara
mendadak, seperti ketakutan dikejar hal yang menakutkan, maka kita akan siaga
untuk berlari menjauhinya. Nah, disini hormon adrenalin berperan untuk membantu
menghantarkan gula darah itu ke organ targetnya dengan mempercepat pompa darah
oleh jantung, katakanlah otot kaki yang akan digunakan ketika ingin berlari
kencang dan mendadak, maka gula darah akan terdistribusi dan terkonsentrasi
disana. Di sisi lain hormon adrenalin bekerja dengan mempercepat pemecahan gula
yang terdapat di hati dan otot untuk kemudian masuk ke dalam pembuluh darah dan
di salurkan ke jaringan tubuh yang membutuhkan gula tersebut.
Hormon adrenalin diproduksi karena salah satu
alasannya seperti saat seseorang dilanda ketakutan akan sesuatu dan harus
memilih fight or flight (melawan atau
kabur). Saat seseorang dalam bahaya maka hormon adrenalin akan berfungsi dengan
menggandakan kekuatan fisik seakan-akan orang itu memiliki kekuatan di luar
kemampuan sadarnya. Seperti contohnya seseorang yang semula tidak mampu
meloncati sungai ke seberang, saat dikejar anjing atau sesuatu yang berbahaya
maka orang tersebut mampu meloncati sungai itu dan bahkan bisa lebih dari jarak
loncat yang diperkirakan saat masih dalam keadaan sadar-sadar saja.
Hormon diproduksi berdasarkan mekanisme umpan balik,
maksudnya jika mengalami kekurangan atau kelebihan maka dapat
mempengaruhi kerja hormon lain. Hormon adrenalin bekerja mempengaruhi kadar
gula darah akibat pemecahan kandungan gula yang terdapat di otot dan hati
sehingga jika hormon ini diproduksi maka akan menaikkan kadar gula darah. Dengan
menonton film horor yang masih batas wajar maka kerja hormon ini akan
memberikan efek menghilangkan stress pada
penontonnya. Menurut Arinda Veratamala dalam tulisannya berjudul ‘nonton film horor, baik atau
buruk untuk kesehatan?’, Hal ini disebabkan karena menonton film horor akan
memberikan pelepasan emosional karena frustasi atau rasa yang terpendam. Namun jika
menonton film horor dengan tingkat ketakutan berlebihan akan memicu pembekuan
darah, tapi tidak dapat menyebabkan pembekuan gumpalan darah. Penelitian oleh
Leidden University tahun 2015 mengungkapkan bahwa pembekuan darah dalam
merespon ketakutan menjadi terjadi sebagai cara tubuh untuk mengantisipasi
kehilangan darah berat selama situasi berbahaya. Semua itu terjadi karena
respon fisiologis tubuh yang berjalan dengan baik.
Darah yang mengandung gula yang banyak sebagai
respon peningkatan adrenalin akan memberikan energi terhadap tubuh. Fungsi energi
ini bermacam bentuknya berdasarkan efek yang ditimbulkan, seperti menguatkan
tubuh seseorang jika ingin menghadapi sesuatu, siaga akan suatu hal yang tidak
diinginkan kedatangannya dan was-was terhadap sesuatu yang mengancam. Pada film
horor maka energi yang dihasilkan akan memberikan efek pada tubuh seperti
siap-siap untuk terkejut saat shocking
scene atau adegan mengejutkan. Dengan adanya efek untuk siap-siap sebelum
terkejut maka saat adegan itu muncul, tubuh sudah mengantisipasi agar
tidak terjadi kekagetan yang berlebihan.
Kecanduan akan suatu hal jika membahayakan tubuh
maka jangan terlalu dilakukan. Jika itu adalah hobi maka lakukan saja dalam
batas wajar. Begitupun menonton film horor jika tidak terlalu memberikan efek
kejut yang berlebihan maka tidak apa-apa ditonton, namun disarankan agar jangan
menonton film horor jika tahu akan mendapatkan ketakutan berlebihan, karena
ketakutan berlebihan akan memicu pelepasan hormon adrenalin yang juga
berlebihan, sehingga akan berlebihan juga nantinya pemecahan gula otot dan hati
tersebut menjadi energi. Jika gula dalam darah terlalu banyak, maka tidak baik
juga untuk ksehatan. Jadi, janganlah melakukan sesuatu itu secara berlebihan
karena bukanlah sesuatu hal yang baik.
Akhir kata, sekian yang dapat penulis sampaikan. Jika
ada yang salah maka penulis mohon maaf sebesar-besarnya. Penulis hanya ingin
memberikan apa yang penulis bisa bagikan ke pengunjung blog ini untuk kepentingan
pengetahuan. Semoga bermanfaat, sampai jumpa di tulisan berikutnya.
No comments:
Post a Comment