Monday, November 13, 2017

PENGARUH MENONTON FILM HOROR TERHADAP KERJA HORMON ADRENALIN DALAM REGULASI GULA DARAH


Apa yang terlintas di benak anda jika menonton film horor ? tentu saja akan berkaitan dengan ketakutan, kengerian dan teriak histeris bagi yang saking menghayati tontonannya. Namun ternyata menonton film horor yang sampai membuat kita menjadi seperti yang diekspos diatas tentu akan berdampak pada tubuh terutama masalah kesehatan di samping juga berdampak masalah psikologis dan mental yang pada hakikatnya adalah sama-sama berhubungan dengan masalah kesehatan juga. Jika timbul ketidakseimbangan mental maka akan berdampak pada kesehatan fisik.

Tujuan dari tulisan adalah penulis ingin memberikan ilmunya secara sederhana dan mudah dipahami kepada pengunjung blog ini tentang bagaimana pengaruh menonton film horor terhadap kadar gula darah.

Film horor adalah film yang berusaha mendapatkan reaksi dari sistem tubuh seperti detak jantung yang tinggi, melalui penggunaan rasa takut dan pengejutan kepada penontonnya. Sehingga jika ditinjau secara kesehatan, film horor bertujuan untuk memacu jantung agar berdetak cepat sebagai respon adanya rasa ngeri atau takut saat menontonnya yang membuat ingin lari dari tempat tontonan itu atau sekadar menahan rasa takut.

Percepatan detak jantung saat menonton film horor itu dipengaruhi oleh pelepasan hormon adrenalin atau sederhananya merupakan hormon siaga/ hormon cepat tanggap/hormon was-was. Mengapa namanya demikian, karena fungsi hormon itu sendiri salah satunya memacu denyut jantung agar berdetak lebih cepat untuk menyalurkan gula darah ke semua jaringan tubuh atau bagian tubuh tertentu yang akan digunakan untuk melakukan kegiatan tertentu secara mendadak, seperti ketakutan dikejar hal yang menakutkan, maka kita akan siaga untuk berlari menjauhinya. Nah, disini hormon adrenalin berperan untuk membantu menghantarkan gula darah itu ke organ targetnya dengan mempercepat pompa darah oleh jantung, katakanlah otot kaki yang akan digunakan ketika ingin berlari kencang dan mendadak, maka gula darah akan terdistribusi dan terkonsentrasi disana. Di sisi lain hormon adrenalin bekerja dengan mempercepat pemecahan gula yang terdapat di hati dan otot untuk kemudian masuk ke dalam pembuluh darah dan di salurkan ke jaringan tubuh yang membutuhkan gula tersebut.

Hormon adrenalin diproduksi karena salah satu alasannya seperti saat seseorang dilanda ketakutan akan sesuatu dan harus memilih fight or flight (melawan atau kabur). Saat seseorang dalam bahaya maka hormon adrenalin akan berfungsi dengan menggandakan kekuatan fisik seakan-akan orang itu memiliki kekuatan di luar kemampuan sadarnya. Seperti contohnya seseorang yang semula tidak mampu meloncati sungai ke seberang, saat dikejar anjing atau sesuatu yang berbahaya maka orang tersebut mampu meloncati sungai itu dan bahkan bisa lebih dari jarak loncat yang diperkirakan saat masih dalam keadaan sadar-sadar saja.

Hormon diproduksi berdasarkan mekanisme umpan balik, maksudnya jika mengalami kekurangan atau kelebihan maka dapat mempengaruhi kerja hormon lain. Hormon adrenalin bekerja mempengaruhi kadar gula darah akibat pemecahan kandungan gula yang terdapat di otot dan hati sehingga jika hormon ini diproduksi maka akan menaikkan kadar gula darah. Dengan menonton film horor yang masih batas wajar maka kerja hormon ini akan memberikan efek menghilangkan stress pada penontonnya. Menurut Arinda Veratamala dalam tulisannya berjudul ‘nonton film horor, baik atau buruk untuk kesehatan?’, Hal ini disebabkan karena menonton film horor akan memberikan pelepasan emosional karena frustasi atau rasa yang terpendam. Namun jika menonton film horor dengan tingkat ketakutan berlebihan akan memicu pembekuan darah, tapi tidak dapat menyebabkan pembekuan gumpalan darah. Penelitian oleh Leidden University tahun 2015 mengungkapkan bahwa pembekuan darah dalam merespon ketakutan menjadi terjadi sebagai cara tubuh untuk mengantisipasi kehilangan darah berat selama situasi berbahaya. Semua itu terjadi karena respon fisiologis tubuh yang berjalan dengan baik.

Darah yang mengandung gula yang banyak sebagai respon peningkatan adrenalin akan memberikan energi terhadap tubuh. Fungsi energi ini bermacam bentuknya berdasarkan efek yang ditimbulkan, seperti menguatkan tubuh seseorang jika ingin menghadapi sesuatu, siaga akan suatu hal yang tidak diinginkan kedatangannya dan was-was terhadap sesuatu yang mengancam. Pada film horor maka energi yang dihasilkan akan memberikan efek pada tubuh seperti siap-siap untuk terkejut saat shocking scene atau adegan mengejutkan. Dengan adanya efek untuk siap-siap sebelum terkejut maka saat adegan itu muncul, tubuh sudah mengantisipasi agar tidak terjadi kekagetan yang berlebihan.

Kecanduan akan suatu hal jika membahayakan tubuh maka jangan terlalu dilakukan. Jika itu adalah hobi maka lakukan saja dalam batas wajar. Begitupun menonton film horor jika tidak terlalu memberikan efek kejut yang berlebihan maka tidak apa-apa ditonton, namun disarankan agar jangan menonton film horor jika tahu akan mendapatkan ketakutan berlebihan, karena ketakutan berlebihan akan memicu pelepasan hormon adrenalin yang juga berlebihan, sehingga akan berlebihan juga nantinya pemecahan gula otot dan hati tersebut menjadi energi. Jika gula dalam darah terlalu banyak, maka tidak baik juga untuk ksehatan. Jadi, janganlah melakukan sesuatu itu secara berlebihan karena bukanlah sesuatu hal yang baik.

Akhir kata, sekian yang dapat penulis sampaikan. Jika ada yang salah maka penulis mohon maaf sebesar-besarnya. Penulis hanya ingin memberikan apa yang penulis bisa bagikan ke pengunjung blog ini untuk kepentingan pengetahuan. Semoga bermanfaat, sampai jumpa di tulisan berikutnya.

No comments:

Post a Comment