Dalam pandangan Islam
ada pernyataan yang menyatakan agar umatnya dianjurkan makan sebelum saatnya merasakan
lapar, namun berhenti sebelum merasakan kenyang. Ternyata hal ini ada
hubungannya jika kita tinjau dari segi medis. Tingkat lapar dan kenyang
seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu faktor itu adalah karena
ada umpan balik dari hormon-hormon di dalam tubuh seperti hormon insulin dan
glukagon yang dihasilkan oleh sel-sel organ pankreas. Untuk lebih jelasnya
silahkan dibaca ulasan berikut.
Hormon insulin merupakan
hormon yang mengatur keseimbangan gula darah. Hormon ini akan dihasilkan jika
kadar gula dalam darah melebihi gula berdasarkan kebutuhan tubuh. Pada saat puasa hormon ini akan bekerja
sedikit atau bahkan tidak bekerja saat siang hari karena pada saat itu tubuh
sedang dalam kondisi membutuhkan gula untuk menghasilkan energi yang cukup. Nah,
walaupun tubuh membutuhkan kadar gula tinggi namun pada saat itu sedang puasa,
maka ada hormon yang berfungsi menaikkan kadar gula darah dengan cara memecah
senyawa gula yang sebelumnya disimpan di organ hati untuk kemudian ditransfer
ke dalam aliran darah agar darah dapat menghantarkannya ke seluruh tubuh.
Hormon glukagon hanya
akan dilepas jika darah benar-benar kekurangan kadar gulanya untuk memberikan
energi pada tubuh.
Pada saat sedang makan, tubuh
akan memproduksi hormon insulin agar tubuh tidak langsung mengubah gula yang
terdapat pada makanan menjadi energi. Dengan begitu gula akan disimpan terlebih
dahulu pada organ hati. Proses fisiologi ini hanya terjadi jika tubuh tidak
dalam kondisi lapar dengan kata lain tubuh masih mempunyai cadangan energi
namun kegiatan sehari-hari seperti makan tetap dilaksanakan.
Berbeda halnya dengan
diatas, jika tubuh sedang dalam kondisi yang sangat lapar dan pada saat yang
bersamaan memakan makanan yang berkarbohidrat atau yang mengandung kalori yang
tinggi, maka kadar gula darah meningkat lebih signifikan. Hal ini disebabkan
karena pada saat lapar, hormon glukagon disintesis oleh tubuh untuk memenuhi
kebutuhan energi. Proses beredarnya hormon ini ke seluruh tubuh juga cukup lama
sehingga rasa lapar kembali reda. Nah pada saat itu jika tubuh memasukkan
kalori berupa makanan, maka hormon insulin yang disekresikan tidak mampu atau
berkurang kemampuannya untuk mencegah diserapnya zat gula oleh tubuh yang
terkandung di dalam makanan. Hal ini disebabkan karena kandungan gula yang
cukup tinggi akibat sekresi hormon glukagon beserta kadar gula yang terdapat
pada makanan yang baru dimasukkan ke dalam sistem pencernaan menyatu. Sehingga kadar
gula darah menjadi sangat tinggi. Jika hal ini sering dilakukan, maka orang
yang suka makan dan hanya menunggu di saat lapar lebih rentan terkena gula
darah tinggi yang mengakibatkan timbulnya kegemukan dan penyakit diabetes atau
penyakit gula.
Saat ini banyak terdapat
insulin buatan untuk mencegah kadar gula tinggi, namun insulin dalam tubuh yang
sudah terabaikan fungsinya lama kelamaan akan menjadi resisten dan tak mampu
menyerap kelebihan glukosa dari tubuh untuk disimpan di hati.
Jadi, mengapa kita harus
makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang ? karena di saat lapar itulah
darah menaikkan kadar gulanya dan jika dimasukkan makanan ke dalam
tubuh maka kadar gula darah menjadi lebih tinggi lagi. Berhenti makan sebelum
kenyang menjadi cara agar kadar gula tersebut tidak terlalu banyak masuk ke
dalam tubuh.
Dianjurkan agar makan
tepat waktu untuk menjaga keseimbangan gula darah. Sekian dari penulis jika ada
yang salah mohon dikritik agar dapat membangun artikel ini menjadi lebih baik
lagi. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel berikuntya.
No comments:
Post a Comment