Hewan
merupakan ciptaan Tuhan yang pada hakikatnya sama saja seperti makhluk hidup
lain macam tumbuhan dan manusia yang sama-sama tinggal di bumi untuk
menjalankan fungsinya sebagai ciptaan tuhan. Namun begitu, manusialah yang
berperan utama dalam menjaga keseimbangan alam ini dengan baik dan selamat
karena manusia diberi oleh pencipta hak untuk menjadi khalifah atau pemimpin
atau pengelola di muka bumi ini. Selain itu manusia juga ditugaskan menjaga
hubungan antar makhluk hidup baik itu antar manusia, hewan dan tumbuhan agar
terjadinya keserasian alam. Dengan begitu maka fungsi makhluk hidup sebagai
ciptaan Tuhan insyaallah dapat dijalankan dengan baik.
Manusia dan hewan memiliki kingdom
atau kerajaan secara ilmu klasifikasi yang sama yaitu Animalia sehingga dapat diartikan bahwa manusia dan hewan sejatinya
adalah sama. Hanya saja terdapat perbedaan jika klasifikasi ditelusuri lebih
detail lagi. Kedekatan hubungan tersebut memungkinkan hewan dapat bertukar penyakit pada manusia karena memiliki persamaan struktur tubuh yang hampir dekat juga baik secara anatomi maupun histologi.
Penyakit yang dialami hewan dapat
ditularkan pada manusia melalui berbagai media. Hal itu dinamakan zoonosis. Penyakit zoonotik dapat
ditularkan dari hewan hidup atau melalui perantara insekta, atau melalui produk
hewan baik yang dimakan dan diminum manusia, maupun produk yang tidak dimakan. Sekitar
70% penyakit yang diderita manusia berasal dari hewan. Seiring perkembangan
zaman maka berkembang pula parasit-parasit penyebab penyakit yang infeksius
bahkan beberapa patogen tersebut ada yang dapat bermutasi sehingga tidak mempan
bila diberi obat penawar penyakit tersebut. Untuk itu sebaiknya dilakukan upaya
agar terhindar dari penularan penyakit yang berasal dari hewan ke manusia baik
yang sering terlihat maupun yang tidak diketahui oleh orang awam yang ada di
lingkungan di sekitarnya dalam kehidupan sehari-harinya. Berikut upaya
pencegahan tersebut.
- Pemberian vaksin
Pemberian vaksin penting dilakukan guna mencegah terjangkitnya penyakit pada hewan sehingga si hewan dapat menularkannya ke manusia. Biasanya hewan yang divaksin adalah hewan yang dijadikan teman atau hewan kesayangan seperti kucing, anjing dan baru-baru ini ada yang mendomestikasi hewan-hewan eksotik seperti kadal, ular dan biawak. Vaksin sangat berguna bagi hewan karena dapat mencegah penyakit yang akan menyerang si hewan. Seperti vaksin rabies atau penyakit anjing gila. Jika diberikan sebelum terjangkit virus tersebut maka akan sangat bermanfaat baik bagi anjing maupun ownernya. Bagi anjing vaksin tersebut akan bermanfaat dalam mengantisipasi masuknya virus rabies ke dalam tubuh. vaksin yang telah diinjeksikan ke dalam tubuh anjing akan bertransformasi membentuk antibodi yang akan melindungi semua sistem tubuh anjing tersebut dari serangan virus rabies. Dokter Hewan Srihadi dari IPB memaparkan bagi yang memilki hewan peliharaan, secara rutin hewan divaksin dan dirawat dengan baik. Kotoran hewan ditangani dengan baik. “Jika hewan sakit, segera dibawa ke dokter hewan”, katanya.
- Menjaga kebersihan lingkungan
Dokter hewan Srihadi Agung Priyono, dekan dari
Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor dalam memperingati hari zoonosis dunia, mengingatkan masyarakat
untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar dapat terhindar dari penyakit
zoonotik. Srihadi menjelaskan agar menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
dengan mengendalikan serangga seperti nyamuk, lalat dan kecoa, menjaga
kebersihan pribadi dan tangan. Selain itu juga mencuci tangan dengan sabun
setelah buang air kecil dan besar, setelah memegang hewan, bahan yang kotor,
tanah dan makanan yang masih mentah.
- Menjaga kesehatan hewan ternak dari lingkungan peternakan
Menurut Khairiyah dalam kajiannya yang berjudul Zoonosis dan Upaya Pencegahannya (kasus Sumatera Utara) menjelaskan upaya pencegahan penyakit zoonosis di bidang peternakan yaitu memantau kesehatan ternak dan tata laksana peternakan di tingkat peternak, mensosialisasikan gejala klinis awal penyakit zoonosis di peternakan atau rumah potong hewan dan sesegera mungkin melaporkan dan mengambil tindakan terhadap ternak maupun pekerja yang tertular penyakit, memperketat pengawasan lalu lintas ternak dengan menerapkan sistem karantina yang ketat, terutama negara tertular, melarang impor sapi dan produknya, pakan ternak, hormon, tepung tulang, dan gelatin yang berasal dari sapi dari negara yang belum bebas penyakit menular, menjaga kebersihan kandang dengan menyemprotkan desinfektan dan terakhir menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan, masker hidung, kaca mata pelindung sepatu boot yang dapat didesinfeksi, dan penutup kepala bila mengurus hewan yang sakit.
- Musnahkan hewan yang sakit akibat infeksi virus dan tidak dapat diobati lagi
Pernyataan
tersebut memang kurang enak bila didengar oleh pemilik hewan peliharaan yang
sangat menyayangi hewan peliharaan atau petnya.
Namun tindakan ini harus dilakukan agar virus yang telah tertanam dalam tubuh
si hewan tidak ditularkan ke hewan lain atau manusia. Jangan hanya mengandalkan
pemerintah dalam urusan pemusnahan hewan yang telah terjangkit karena menunggu
keputusan pemerintah membutuhkan durasi waktu yang lama yang akan menyebabkan
virus pada hewan tersebut bisa saja akan menular sebelum dimusnahkan oleh
petugas. Jadi jika masyarakat sudah mengetahui cara pemusnahannya maka
lakukanlah segera agar tidak menyebar virus yang diderita si hewan. Seperti
virus Flu burung atau rabies yang hewan penderita harus segera dimusnahkan agar
tidak menularkan virusnya ke makhluk hidup lainnya.
Semua yang terjadi pada hewan ataupun manusia atau bahkan
tumbuhan sekalipun seperti penyakit baik itu akibat mekanis maupun penyakit
infeksius sejatinya berasal dari makhluk hidup itu sendiri terutama hewan dan
manusia. Jika manusia atau suatu kaum mampu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya
(termasuk hewan dan tumbuhan) maka sudah dapat mencegah suatu penyakit datang
atau berjangkit pada suatu kaum tersebut selain juga harus memberikan
vaksin pada hewan terutama hewan
peliharaan atau hewan kesayangan dan pemusnahan pada hewan yang sudah
seharusnya dimusnahkan akibat infeksi virus berbahaya. Jagalah selalu
kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan tempat tinggal kita agar kita
terhindar dari virus dan penyakit infeksius yang akan membawa penyakit dan
hanya akan merugikan kita baik secara fisik maupun ekonomi.
Semoga bermanfaat bagi pembaca dan dapat menyebarkan
pengetahuan ini kepada yang membutuhkan. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.
No comments:
Post a Comment